Rabu, 20 Maret 2013

Dengan menutup aib orang lain, Allah akan menutup aib kita, baik di dunia maupun akhirat.


Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim no. 2590)

"Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.” (HR. At Tirmidzi no. 2032)

"Seorang mu'min menutup (aib saudaranya) dan menasehatinya, sedangkan seorang fajir (pelaku maksiat) membocorkan (aib saudaranya) dan memburuk-burukkan. Barangsiapa mengingatkan saudaranya di tengah-tengah orang banyak, maka ia telah menjelek-jelekkannya." [Al-Imam Al-Fudha'il bin 'Iyadh]

Berkata Imam Ibnu Hibban :
“Wajib bagi orang yang berakal untuk mencari keselamatan dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus (mencari-cari aib orang lain), dan hendaklah ia senantiasa sibuk memikirkan aibnya sendiri. Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan aibnya sendiri dan melupakan aib orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa lelah. Setiap kali dia melihat aib yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat aib yang serupa ada pada saudaranya. Sementara orang yang senantiasa sibuk mencari aib orang lain dan melupakan aibnya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya.” (Raudhatul ‘Uqala hal. 131).

Semoga bermanfaat dan menjadikan kita pribadi yang senantiasa memperbaiki diri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar