Rabu, 03 April 2013

"Larangan Bohong/Dusta/ ­Sumpah (Atas Nama) Demi Allah Palsu/Sumpah palsu dengan menyebut nama Allah"


Mohon dibaca tulisan singkat ini saudaraku.

Mungkin kita sering mendengar bahwa seseorang menyebut nama Allah untuk menguatkan pernyataan yang dibuatnya.
Misalnya seseorang dituduh mencuri tetapi dia
tidak melakukannya, maka dia akan berkata "demi Allah aku tidak mencuri barang itu".

Sebenarnya hal itu mungkin kelihatan sepele,
namun di balik itu terdapat ancaman yang besar bagi para pendusta yang berdusta atas nama Allah SWT maupun atas nama RasulNya.

Arti Surat Az-Zumar ayat 60 :
"Dan pada hari kiamat itu kamu akan melihat
orang-orang yang berdusta atas nama Allah, muka-muka mereka itu menjadi hitam...."
Orang yang borbohong/ ­bersumpah dengan nama Allah sebagai penguat, maka orang tersebut termasuk ke dalam golongan orang- orang kafir yang keluar dari agama islam.
Sesuatu yang halal bisa menjadi haram dan yang haram bisa dijadikan halal oleh para pendusta tersebut. Siksa neraka sudah siap menanti orang yang melakukan dusta atas
nama Allah SWT.

Arti Sabda Nabi Muhammad SAW (Hadist) :
"Barangsiapa yang berdusta atas namaKu,
maka baginya akan dibangunkan sebuah
rumah di dalam neraka jahannam".(Hadis)" Barangsiapa yang berdusta atas namaKu
dengan sengaja, maka bersiap-siaplah ­ untuk
tinggal di neraka". (HR. Bukhari dan Muslim).

Banyak orang yang membuat hadist palsu baik
di masa lampau maupun di masa sekarang.
Hal itu merupakan salah satu perbuatan dusta
atas nama Nabi Muhammad SAW yang
hukuman atas perbuatan tersebut sangatlah
berat. Yaitu siksa di dalam neraka jahannam.
Oleh sebab itu mari kita tinggalkan kebiasaan
bohong apa pun bentuknya agar terhindar dari azab dunia dan akhirat,

Insya Allah.. Aamiin..

Fase - Fase Alam Kubur:


Bismillahirrahmanirrahiim


1. Himpitan kubur
Setiap manusia kafir / beriman akan mengalami himpitan kubur. Bedanya, himpitan yang dialami oleh orang yang beriman tidak berlangsung selamanya. Sedangkan orang kafir akan mengalami himpitan kubur terus menerus dan berkepanjangan hingga memecahkan tulang belulangnya.

2. Pertanyaan malaikat
Siapa Tuhanmu? Siapa nabimu? Apa agamamu?
Saat itu yg menjawab adalah amal kita. Bisakah amal kita menjawab pertanyaan malaikat...

3. Azab / nikmat kubur
Setelah menjawab pertanyaan malaikat maka orang beriman akan mendapat seruan: "Benar... HambaKu. Hamparkan baginya tikar dari surga, lalu angin dan wangi surga datang kepadanya. Kemudian kuburan diluaskan seluas mata memandang, seorang yang rupawan datang menemaninya yang tiada lain amal shalihnya." (HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim dan Baihaqi).

Sedangkan orang kafir akan mendapat seruan: "HambaKu ini seorang pendusta. Hamparkan padanya tikar dari api neraka, bukakan baginya pintu neraka, panas dan keringnya neraka mendatanginya. Kuburannya disempitkan sampai pecah tulang - belulangnya, seorang yang berwajah buruk, berpakaian buruk dan berbau busuk datang kepadanya yang tiada lain amal buruknya."

"Ketika orang - orang yang durhaka pada Allah tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat, lalu ia dipukul dengan gada besi, hingga ia menjerit dengan teriakan yang sangat keras, didengar oleh seluruh makhluk Allah kecuali jin dan manusia." (HR. Bukhari - Muslim).

4. Ditempatkannya Ruh
Orang beriman mendapatkan seruan: "...lalu angin dan wangi surga datang kepadanya. Kemudian kuburan diluaskan seluas mata memandang..."

Orang kafir mendapat seruan: "...panas dan keringnya neraka mendatanginya. Kuburannya disempitkan sampai pecah tulang belulangnya,..."

5. Kebangkitan Q.S ar-Rum ayat 19: Dia Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan Mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan Menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).

Q.S ar-Rum ayat 24 - 25: Dan di antara tanda - tanda (kebesaran)-Nya, Dia Memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia Menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkanNya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar - benar terdapat tanda - tanda bagi kaum yang mengerti. (24) Dan di antara tanda - tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendakNya. Kemudian apabila Dia Memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur).(25)

Bismillahirrahmanirrahim,

Saudaraku, Jika masalah kita belum selesai, tandanya Allah masih sayang sama kita. Siapa ingin punya anak, siapa yang belum kerja ingin kerja, siapa yang ingin punya jodoh, gampang! Yang penting, kata Allah, ingat kita punya dosa.

Jadi, Allah siapkan dulu diri kita. Kata Allah, utang mah, gampang! Siapa yang ingin punya anak, gampang kata Allah! Siapa yang belum kerja ingin kerja, gampang kata Allah! Siapa yang ingin punya jodoh, gampang kata Allah! Yang penting, kata Allah, kita harus ingat dulu. Apa yang diingat? Ingat sama dosa-dosa kita. Sebab, barangkali, kita punya masalah belum selesai, lantaran kita punya dosa juga belum selesai kita minta ampun sama Allah.

Jadi yang pertama sebenarnya, kalau kita lagi punya masalah, jangan cari solusi terlebih dahulu. Solusi adalah nomor 17. Nomor satu yang kita cari adalah ampunan Allah terlebih dahulu. Kalau Allah sudah mengampuni kita, insya Allah, semua urusan masalah kita beres.

Innamã amruhu, izã 'arōda syai'an 'ayyaqū la lahu, Kuñ fayakuunn...

Kalau Allah sudah bilang "KUN", maka "FAYAKUUN"-Nya lah yang akan terjadi.

Semoga Allah mengampuni kita, merahmati dan meridhoi langkah kita. Mudah-mudahan kehendak Allah, sama seperti apa yang kita kehendaki. Aamiinn...

By. Ustad Yusuf Mansyur....

~~

==== ILMU Vs. HARTA ====



Buat sobat yang sedang online, baik
pria maupun Wanita. Mari coba kita
baca, renungkan dan resapi tulisan
di bawah ini...

1. Ilmu adalah warisan para Nabi,
sedangkan harta warisan si Qorun.

2. Ilmu akan menjagamu, sedangkan
harta haruslah kau yang
menjaganya.

3. Pemilik ilmu punya banyak
teman, sedangkan pemilik harta
punya banyak musuh.

4. Jika ilmu dipergunakan akan
bertambah, sedangkan harta
dipergunakan akan berkurang.

5. Ilmu takkan pernah tercuri,
sedangkan harta mudah dicuri.

6. Pemilik ilmu akan selalu disebut
mulia dan terhormat, sedangkan
pemilik harta akan disebut pelit dan
rakus.

7. Ilmu itu abadi, sedangkan harta
akan musnah.

8. Ilmu akan menyinari hati,
sedangkan harta akan mengeraskan
hati.

9. Pemilik ilmu akan diberi syafa’at
di akhirat, sedangkan pemilik harta
akan dihisab.

10. Pemilik ilmu akan dimuliakan
walaupun sedikit ilmunya,
sedangkan pemilik harta disebut
besar setelah banyak hartanya.

Ada yang mau nambahin???

Sekarang sobat lebih memilih ILMU
atau HARTA???
"

-=|[KESEMPURNAAN HIDUP]|=-



Suatu hari Kahlil Gibran bertanya kepada gurunya.

Gibran : "Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup...???"

Sang Guru : Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang...!!!

*(setelah berjalan dan sampai di ujung taman, gibran kembali dengan tangan hampa.)*

Lalu sang Guru bertanya : "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun...???"

Gibran : "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya tapi aku tidak memetiknya karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi...!!!"

Sambil tersenyum Sang Guru berkata : "Yaa... itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan...!!!"

***
Marilah kita sadari bahwa apa yang kita dapatkan hari ini adalah yang terbaik menurut Allah SWT dan jangan pernah ragu, karena kesadaran itu akan menjadikan kita nikmat menjalani hidup ini... Aamiin...

EMPAT HAL SEBELUM TIDUR ][


Rasulullah berpesan kepada
siti Aisyah r.a :
Ya, Aisyah, jangan engkau
tidur sebelum melakukan
empat perkara yaitu :

1. Sebelum khatam Al-
Quran.

2. Sebelum menjadikan
para nabi bersyafaat
untukmu di hari kiamat.

3. Sebelum para muslimin
meridhai engkau.

4. Sebelum engkau
melaksanakan haji dan
umrah.

Bertanya siti Aisyah :
“Ya Rasulullah, bagaimana
aku dapat melaksanakan
empat perkara seketika ?“

Rasul tersenyum dan
bersabda :
1. Jika engkau akan tidur,
membacalah surat al-Ikhlas
tiga kali.
Seakan-akan engkau telah
meng-khatamkan Al-Quran.
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
“Qulhuallaahu ahad'
Allaahushshamad' lam yalid
walam yuulad' walam yakul
lahuu kufuwan ahad' (3x)”
2. Membacalah shalawat
untukku dan untuk para
nabi sebelum aku.
Maka kami semua akan
memberimu syafaat di hari
kiamat.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Allaahumma shallii 'alaa
Muhammad wa'alaa aalii
Muhammad (3x).
3. “Beristighfarlah” untuk
para mukminin maka
mereka akan meridhai
engkau.
“Astaghfirullaahal adziim
aladzii laa ilaaha illaa huwal
hayyul qoyyuum wa atuubu
ilaih (3x).
4. Dan perbanyaklah
“bertasbih, bertahmid,
bertahlil dan bertakbir”.
Maka seakan-akan engkau
telah melaksanakan ibadah
haji dan umrah.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Subhanallaahi
Walhamdulillaahi
walaailaaha illallaahu
allaahu akbar (3x).
Wallahu a'lam bishawab.
"

Rahasia Dhuha dan Keutamaannya


Allah memerintah agar kita
selalu bertasbih kepada-
Nya di kala pagi dan sore,
shalat dhuha merupakan
sarana untuk kita bertasbih
Sesungguhnya Kami
menundukkan gunung-
gunung untuk bertasbih
bersama dia (Daud) di
waktu petang dan pagi.
(QS. Shaad : 18)

Bertasbih kepada Allah di
masjid-masjid yang telah
diperintahkan untuk
dimuliakan dan disebut
nama-Nya di dalamnya,
pada waktu pagi dan waktu
petang, Laki-laki yang tidak
dilalaikan oleh perniagaan
dan tidak (pula) oleh jual
beli dari mengingati Allah
(QS. An-Nuur : 36-37)

Abu Dzar meriwayatkan
Rasulullah shollawloohu
‘alaihi wasallam bersabda:
“Setiap pagi hendaknya
seluruh persendian kalian
bersedekah. Setiap tasbih
itu sedekah, tahmid adalah
sedekah, tahlil juga
sedekah. Takbir merupakan
sedekah, menyuruh orang
berbuat baik sedekah,
melarang orang berbuat
buruk sedekah. Dan semua
itu cukup dengan dua
rakaat shalat
dhuha.” (Hadits Shahih
diriwayatkan Imam Muslim)
.

Buraidah pernah
mendengar Rasulullah
shollawloohu ‘alaihi
wasallam bersabda:
“Manusia mempunyai 360
persendian. Hendaklah
setiap persendian
bersedekah dengan satu
sedekah. Para sahabat
bertanya, “Siapa yang
sanggup melakukan itu ya
Rasulallah? Rasulullah
shollawloohu ‘alaihi
wasallam bersabda
menjawab, “Bersedekahlah
walau sekedar
membersihkan ludah dari
masjid dan membuang duri
dari jalan. Jika tidak
mampu, maka cukup
melaksanakan dua rakaat
shalat dhuha.” (hadits
Shahih riwayat Ahmad).
"

MENJAWAB PERTANYAAN. . .
Dari : +628572395xxxx

(Salahkah menulis seuntai do'a di facebook padahal niatnya baik ?)

JAWABAN :

"Dan Tuhanmu berfirman:
"Berdoalah kepada-Ku,
niscaya akan
Kuperkenankan
bagimu." (Q.S. Al-Ghofir :
60)

Memang benar,
disunatkan untuk
menyamarkan do'a,
karena do'a yang
dilakukan dengan samar
itu lebih aman dari sifat
riya' (pamer), berdasarkan
firman Alloh ;

ﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺗَﻀَﺮُّﻋًﺎ ﻭَﺧُﻔْﻴَﺔً

"Berdoalah kepada
Tuhanmu dengan
berendah diri dan suara
yang lembut". (Q.S. Al-
A'rof : 55)

Namun meninggalkan
perkara yang baik, seperti
do'a hanya gara-gara
takut orang-oran
mengatakan bahwa hal
tersebut dilakukan hanya
karena riya' (pamer) itu
juga tidak benar, karena
pikiran seperti itu adalah
salah satu cara setan
untuk menggoda manusia
agar tidak beramal.
Kesimpulannya, menulis
do'a pada status facebook
atau disitus-situs jejaring
sosial lainnya itu tetap
mendapat kesunatan dan
tidak perlu
memperdulikan anggapan
orang yang mengatakan
hanya ingin dipuji atau
anggapan-anggapan
miring lainnya.

Wallohu
a'lam.

Apakah itu menjawab ?

~:: Kekuatan Niat ::~


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,


Bismillahirrahmanirrahim,

Dari Amirul mu’minin abi hafs umar bin khotob ra, saya mendengar bahwa rasulullah saw bersabda “Setiap amal perbuatan itu dengan niat, dan setiap perbuatan itu tergantung pada apa yang diniatkannya, barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ia cari atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia akan sampai kepada apa yang diniatkannya itu” (HR Bukhari-Muslim)

Betapa hebatnya kekuatan niat, bahwa dengan kita berniat maka dalam hadits tersebut, kita akan sampai kepada apa yang kita niatkan. Artinya kesungguhan dalam menjalani hidup harus kita optimalkan dengan niat dan ikhtiar yang benar. Apa ikhtiar yang benar itu, yaitu ikhtiar yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan kehendak Allah. Maka sebelum kita berikhtiar kita harus meminta dulu kepada Allah agar ikhtiar kita benar-benar menjadi amal sholeh bagi kita. Setelah kita berdoa kepada Allah agar ikhtiar kita benar selanjutnya kita berikhtiar sesuai dengan petunjuk Allah. Artinya apa karena Allah telah menunjukkan jalan-jalan kebaikan bagi kita. Selanjutnya setelah ikhtiar kita benar dan kita jalankan, kemudian kita menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah. Karena Allah yang memiliki alam ini. Sangat mudah bagi Allah menolong kita, karena kalau Allah sudah berkehendak maka kehendaknyalah yang akan terjadi. Kalau Allah sudah berkata “Kun”, “Fayakun”.

Jadi, kunci sukses untuk menjalani hidup ini beberapa diantaranya adalah yang pertama Luruskan Niat, yang kedua adalah mengoptimalkan ikhtiar dengan cara-cara yang diridhoi oleh Allah swt, dan yang ketiga adalah menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah. “Falyatawakkal ‘alallah fahuwa hasbuh” Maka barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka dia akan mencukupi keperluannya.
"

Hati yang Terbaik...


Ali radhiallahu ‘anhu berwasiat kepada muridnya, Kumail bin Ziyad,

“Wahai Kumail bin Ziyad,Hati manusia itu bagaikan bejana (wadah).

Oleh karena itu, hati yang terbaik adalah hati yang paling banyak memuat ilmu.

Camkanlah baik-baik apa yang akan kusampaikan kepadamu.

Manusia itu terdiri dari 3 kategori,

seorang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya.

Seorang yang terus mau belajar,

dan orang inilah yang berada di atas jalan keselamatan.

Orang yang tidak berguna dan gembel, dialah seorang yang mengikuti setiap orang yang bersuara.

Oleh karenanya, dia adalah seorang yang tidak punya pendirian karena senantiasa mengikuti kemana arah angin bertiup.

Kehidupannya tidak dinaungi oleh cahaya ilmu dan tidak berada pada posisi yang kuat.”

(Hilyah al-Auliya 1/70-80).

via Ummu Humaira Asri Yati