LabeLKu
Nasehat dan Motivasi
(123)
Cerita Penuh Hikmah
(63)
Muhasabah Diri
(51)
Akhlakul Kharimah
(28)
Keajaiban dan Keutamaan
(16)
Hukum Islam
(15)
Tafsir AL-Quran
(7)
Hadist dan Sunnah
(5)
Cerita Mualaf
(3)
Rabu, 06 Maret 2013
~ Tips sehat mengikuti Sunnah Rasulullah...
1. Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam
sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap
kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita
boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan
tak gemuk.
2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk
(bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah
jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).
3. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur
(yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah
membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala
atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang
membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud.
Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang
udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi
darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir
keruang tersebut.
4. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan
bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli
saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung
di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam
air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan)
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Nasehat dan Motivasi
Senin, 04 Maret 2013
HATI HATI! KAMAR MANDI RUMAH IBLIS ...
Dalam sebuah hadits, Rasulullah bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal anak adam berada di bumi.
"Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal!" Kata Iblis
Allah berfirman, "Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban) HR. Bukhari)
Dari situlah kemudian Iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kamar mandi, jamban atau Wc. Godaan iblis macam-macam dan aneka warna, contohnya menggoda manusia supaya
1. Berlama-lama di dalam kamar mandi
2. Bernyanyi atau berkata-kata.
3. Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengarkan musik)
4. Membisiki seseorang supaya kencing sambil berdiri
5. Membiarkan baju yang kotor tergantung dalam kamar mandi.
6. Melupakan seseorang untuk berdoa ketika akan masuk atau keluar dari kamar mandi.
7. Melakukan hal asusila
8. Melakukan Wudlu sambil telanjang.
9. Mengoret-oret dinding kamar mandi
10. Merencanakan kejahatan
Maka, hati-hatilah sewaktu dalam wc atau kamar mandi. Dan tips yang baik adalah, lakukan mandi, buang air dll sewajarnya saja, lebih cepat lebih baik
Dalam sebuah hadits, Rasulullah bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal anak adam berada di bumi.
"Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal!" Kata Iblis
Allah berfirman, "Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban) HR. Bukhari)
Dari situlah kemudian Iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kamar mandi, jamban atau Wc. Godaan iblis macam-macam dan aneka warna, contohnya menggoda manusia supaya
1. Berlama-lama di dalam kamar mandi
2. Bernyanyi atau berkata-kata.
3. Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengarkan musik)
4. Membisiki seseorang supaya kencing sambil berdiri
5. Membiarkan baju yang kotor tergantung dalam kamar mandi.
6. Melupakan seseorang untuk berdoa ketika akan masuk atau keluar dari kamar mandi.
7. Melakukan hal asusila
8. Melakukan Wudlu sambil telanjang.
9. Mengoret-oret dinding kamar mandi
10. Merencanakan kejahatan
Maka, hati-hatilah sewaktu dalam wc atau kamar mandi. Dan tips yang baik adalah, lakukan mandi, buang air dll sewajarnya saja, lebih cepat lebih baik
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Nasehat dan Motivasi
Melayani Sesuai Profesi
Dokter Brackett tinggal di sebuah kota kecil di Amerika. Orang mengenalnya sebagai sahabat orang miskin, karena ia banyak menghabiskan waktunya untuk mengobati dan merawat orang-orang miskin yang sakit. Ia juga tidak memungut biaya apa pun dari mereka.
Karena ia tinggal di lantai atas sebuah ruko, maka pada anak tangga paling bawah menuju tempat tinggalnya terdapat tulisan: “DR. BRACKETT – KANTOR DI LANTAI ATAS”.
Pengabdian yang besar terhadap orang-orang miskin dan kepada siapa pun di sekitarnya menyebabkan dokter berbudi ini kehilangan kekasih yang akan dinikahinya. Kekasihnya merasa bahwa sang dokter lebih banyak menghabiskan waktunya dengan orang-orang sakit daripada dengannya.
Ketika dokter ini meninggal dunia, acara penguburannya merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di kota itu. Untuk mengenang kebaikan hati sang dokter, penduduk kota mendiskusikan rencana untuk mendirikan monumen bagi dokter yang telah tiada tersebut.
Dalam perjalanan pulang seusai pertemuan diskusi, sepasang suami istri berkebangsaan Meksiko yang telah dibantu secara khusus oleh dokter tersebut, menanggalkan papan pada anak tangga menuju tempat tinggal dokter itu.
Pada hari berikutnya mereka memancangkan papan berisi tulisan: “DR. BRACKETT – KANTOR DI LANTAI ATAS” itu di atas makam sang dokter.
Setiap kita dipanggil untuk melayani Tuhan dan sesama melalui berbagai bidang kehidupan. Ada orang yang dipanggil untuk melayani sepenuh waktu sebagai rohaniwan, ada yang dipanggil untuk melayani melalui profesi lain, seperti: guru, dokter, pedagang, pengusaha, dll.
Profesi sebagai rohaniwan tidak lebih baik dari profesi sebagai guru atau sebaliknya. Yang penting kita bisa melayani Tuhan dan sesama melalui profesi yang kita miliki.
Seorang dokter bisa melayani melalui profesinya dengan cara mengabdi sepenuh hati dan tulus pada profesinya. Dalam profesi apa pun, lakukanlah dengan kasih yang sungguh-sungguh, sehingga semua orang bisa melihat Tuhan yang ada dalam hidup kita.
Sebagian orang merasa bahwa hidupnya kurang berkenan kepada Tuhan karena tidak melayani sepenuh waktu sebagai rohaniwan. Ini adalah pemahaman yang keliru.
Apa pun profesi anda saat ini, mintalah hikmat dan kemampuan dari Tuhan agar anda bisa menyatakan kasih Tuhan melalui profesi anda.
LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar
------------------------------ ------------------------
Yuk gabung juga di Jual Tiket Pesawat
Karena ia tinggal di lantai atas sebuah ruko, maka pada anak tangga paling bawah menuju tempat tinggalnya terdapat tulisan: “DR. BRACKETT – KANTOR DI LANTAI ATAS”.
Pengabdian yang besar terhadap orang-orang miskin dan kepada siapa pun di sekitarnya menyebabkan dokter berbudi ini kehilangan kekasih yang akan dinikahinya. Kekasihnya merasa bahwa sang dokter lebih banyak menghabiskan waktunya dengan orang-orang sakit daripada dengannya.
Ketika dokter ini meninggal dunia, acara penguburannya merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di kota itu. Untuk mengenang kebaikan hati sang dokter, penduduk kota mendiskusikan rencana untuk mendirikan monumen bagi dokter yang telah tiada tersebut.
Dalam perjalanan pulang seusai pertemuan diskusi, sepasang suami istri berkebangsaan Meksiko yang telah dibantu secara khusus oleh dokter tersebut, menanggalkan papan pada anak tangga menuju tempat tinggal dokter itu.
Pada hari berikutnya mereka memancangkan papan berisi tulisan: “DR. BRACKETT – KANTOR DI LANTAI ATAS” itu di atas makam sang dokter.
Setiap kita dipanggil untuk melayani Tuhan dan sesama melalui berbagai bidang kehidupan. Ada orang yang dipanggil untuk melayani sepenuh waktu sebagai rohaniwan, ada yang dipanggil untuk melayani melalui profesi lain, seperti: guru, dokter, pedagang, pengusaha, dll.
Profesi sebagai rohaniwan tidak lebih baik dari profesi sebagai guru atau sebaliknya. Yang penting kita bisa melayani Tuhan dan sesama melalui profesi yang kita miliki.
Seorang dokter bisa melayani melalui profesinya dengan cara mengabdi sepenuh hati dan tulus pada profesinya. Dalam profesi apa pun, lakukanlah dengan kasih yang sungguh-sungguh, sehingga semua orang bisa melihat Tuhan yang ada dalam hidup kita.
Sebagian orang merasa bahwa hidupnya kurang berkenan kepada Tuhan karena tidak melayani sepenuh waktu sebagai rohaniwan. Ini adalah pemahaman yang keliru.
Apa pun profesi anda saat ini, mintalah hikmat dan kemampuan dari Tuhan agar anda bisa menyatakan kasih Tuhan melalui profesi anda.
LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar
------------------------------
Yuk gabung juga di Jual Tiket Pesawat
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Cerita Penuh Hikmah
*Sifat-Sifat ‘Ibadurrahman (hamba-hamba pilihan Allah)…
Takut Siksa Neraka.
Allah berfirman,
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Robb mereka. Dan orang-orang yang berkata, “Yaa Robb kami, jauhkanlah adzab jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.” Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” {QS.Al-Furqon:64-66}
Maka takutnya seseorang dari neraka, dan harapan kuat untuk meraih surga adalah motivator paling kuat untuk seseorang tetap konsisten mengamalkan ibadah ini. Karenanya, Allah berfirman,
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akherat dan mengharapkan rahmat Robbnya?” {QS.Az-Zumar :9}
Karenanya, diriwayatkan dari Suhaib Ar-Rumi, bahwa apabila ia telah menuju ranjangnya, maka ia akan membolak-balikkan badannya seperti burung yang membolak-balikkan badan dalam sangkarnya, sehingga istrinya bertanya, “Wahai Suhaib, bukankah Allah menjadikan waktu malam sebagai waktu untuk beristirahat?” Suhaib menjawab, “Benar, Allah menjadikan waktu malam sebagai waktu beristirahat untuk seluruh manusia kecuali Suhaib, karena aku apabila telah teringat surga maka aku gelisah karena rindu kepadanya, dan apabila aku telah ingat neraka aku akan gelisah karena khawatir akan terjerumus padanya.”
Maka hendaklah juga engkau jangan lupa memohon pertolongan kepada Allah dan memohon perlindungan dari api neraka, bacalah selalu do’a:
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Yaa Robb kami, jauhkanlah adzab jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal, sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”
{Dikutip dari Majalah Al-Furqon edisi 134. “Karakteristik Ibadurrahman”, Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azhim Badawi Al-Kholafi, Diringkas dari muhadhoroh beliau di masjid STAI Ali bin Abi Tholib, Surabaya, diterjemah oleh Al-Ustadz Abu Faiz.}
Allah berfirman,
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Robb mereka. Dan orang-orang yang berkata, “Yaa Robb kami, jauhkanlah adzab jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.” Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” {QS.Al-Furqon:64-66}
Maka takutnya seseorang dari neraka, dan harapan kuat untuk meraih surga adalah motivator paling kuat untuk seseorang tetap konsisten mengamalkan ibadah ini. Karenanya, Allah berfirman,
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akherat dan mengharapkan rahmat Robbnya?” {QS.Az-Zumar :9}
Karenanya, diriwayatkan dari Suhaib Ar-Rumi, bahwa apabila ia telah menuju ranjangnya, maka ia akan membolak-balikkan badannya seperti burung yang membolak-balikkan badan dalam sangkarnya, sehingga istrinya bertanya, “Wahai Suhaib, bukankah Allah menjadikan waktu malam sebagai waktu untuk beristirahat?” Suhaib menjawab, “Benar, Allah menjadikan waktu malam sebagai waktu beristirahat untuk seluruh manusia kecuali Suhaib, karena aku apabila telah teringat surga maka aku gelisah karena rindu kepadanya, dan apabila aku telah ingat neraka aku akan gelisah karena khawatir akan terjerumus padanya.”
Maka hendaklah juga engkau jangan lupa memohon pertolongan kepada Allah dan memohon perlindungan dari api neraka, bacalah selalu do’a:
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Yaa Robb kami, jauhkanlah adzab jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal, sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”
{Dikutip dari Majalah Al-Furqon edisi 134. “Karakteristik Ibadurrahman”, Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azhim Badawi Al-Kholafi, Diringkas dari muhadhoroh beliau di masjid STAI Ali bin Abi Tholib, Surabaya, diterjemah oleh Al-Ustadz Abu Faiz.}
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Muhasabah Diri
BacaLah, buat yang Lagi sedih !!
Tidak jarang dari kita selalu dikelilingi dengan ujian dan cobaan dalam hidup dan yang namanya ujian hidup terkadang membuat seseorang terasa akan bersedih dan putus asa.
STOP !!!
Putus asa dalam Islam adalah dosa, coba buka wawasan dan simak kata kata berikut ini dan jadikanlah untuk penguat dan penerang hati disaat sedang bersedih, dirangkum dari isi Al-Qur'an.
Manusia bertanya, kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Al-Qur'an menjawab, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286)
Manusia bertanya, bolehkah aku frustasi?
Al-Qur'an menjawab, janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula kamu bersedih hati padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)
Manusia bertanya, bolehkan aku berputus asa?
Al Qur'an menjawab, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir. (QS. Yusuf: 87)
Manusia bertanya, bagaimana cara menghadapi ujian hidup?
Al-Qur'an menjawab, hai orang orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersifat siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. Ali Imran: 200)
Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang orang yang khusyu. (QS. Al-Baqarah: 45)
Manusia bertanya, bagaimana menguatkan hatiku?
Al-Qur'an menjawab, cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal. (QS. At-Taubah: 129)
Manusia bertanya, apa yang ku dapat dari semua ujian itu?
Al-Qur'an menjawab, sesungguhnya Allah telah membeli dari orang orang mukmin diri dan harta mereka dengan surganya. (QS. At-Taubah: 111)
Manusia bertanya, kenapa aku diuji?
Al-Qur'an menjawab, apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman,sedang mereka tidak diuji lagi. (QS. Al-Ankabut: 2)
"Dan sesungguhnya kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 3)
Manusia bertanya, kenapa aku tidak diuji dalam hal baik baik?
Al-Qur'an menjawab, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal amat buruk bagimu (Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui). (QS. Baqarah: 216)
Dan masih banyak lagi kandungan (surat surat atau ayat ayat Allah) yang menerangi hati kita yang lagi bersedih.
Tidak jarang dari kita selalu dikelilingi dengan ujian dan cobaan dalam hidup dan yang namanya ujian hidup terkadang membuat seseorang terasa akan bersedih dan putus asa.
STOP !!!
Putus asa dalam Islam adalah dosa, coba buka wawasan dan simak kata kata berikut ini dan jadikanlah untuk penguat dan penerang hati disaat sedang bersedih, dirangkum dari isi Al-Qur'an.
Manusia bertanya, kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Al-Qur'an menjawab, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286)
Manusia bertanya, bolehkah aku frustasi?
Al-Qur'an menjawab, janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula kamu bersedih hati padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)
Manusia bertanya, bolehkan aku berputus asa?
Al Qur'an menjawab, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir. (QS. Yusuf: 87)
Manusia bertanya, bagaimana cara menghadapi ujian hidup?
Al-Qur'an menjawab, hai orang orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersifat siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. Ali Imran: 200)
Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang orang yang khusyu. (QS. Al-Baqarah: 45)
Manusia bertanya, bagaimana menguatkan hatiku?
Al-Qur'an menjawab, cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal. (QS. At-Taubah: 129)
Manusia bertanya, apa yang ku dapat dari semua ujian itu?
Al-Qur'an menjawab, sesungguhnya Allah telah membeli dari orang orang mukmin diri dan harta mereka dengan surganya. (QS. At-Taubah: 111)
Manusia bertanya, kenapa aku diuji?
Al-Qur'an menjawab, apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman,sedang mereka tidak diuji lagi. (QS. Al-Ankabut: 2)
"Dan sesungguhnya kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 3)
Manusia bertanya, kenapa aku tidak diuji dalam hal baik baik?
Al-Qur'an menjawab, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal amat buruk bagimu (Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui). (QS. Baqarah: 216)
Dan masih banyak lagi kandungan (surat surat atau ayat ayat Allah) yang menerangi hati kita yang lagi bersedih.
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Nasehat dan Motivasi
Mengapa Anak Suka Menangis? Apa Hikmah Yang Tersembunyi Dibalik Itu?
Sekarang coba lihat hikmah mengapa anak-anak suka menangis? Manfaat apa yang tersembunyi di balik itu? Para ahli medis dan ahli anatomi tubuh telah menyingkap kegunaan dan hikmah mengapa anak-anak suka menangis. Mereka berkata : Pada otak anak kecil terdapat cairan yang apabila terus mendekam dalam otak mereka, akan menyebabkan kerusakan dan akibat yang buruk. Menangis dapat menyedot cairan dari otak mereka. Dengan begitu, otak mereka akan kuat dan sehat.
Demikian pula menangis dan merengek dapat melegakan saluran pernafasannya dan membuka serta melancarkan saluran keringatnya. Dengan begitu, urat syarafnya menjadi kuat. Sering kali kita lihat manfaat dan maslahat menangis dan menjerit bagi anak kecil. Ternyata demikian agungnya hikmah menangis bagi anak kecil. Biasanya menangis itu penyebabnya adalah rasa sakit yang mengganggu, itu saja engkau tidak tahu hikmahnya dan barangkali tidak pernah terlintas dalam benakmu. Begitulah, rasa sakit yang diderita anak kecil, tangisannya, sebab-sebabnya dan hikmah kegunaannya ternyata masih samar atas kebanyakan manusia. Mereka belum dapat memastikan apa hikmah di balik itu, tiap-tiap orang mengemukakan pendapatnya masing-masing.
Sumber : Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq, alsofwah.or.id
via @Kisah teladan & Sejarah Islam
Semoga bermanfaaat dan menambah pengetahuan kita
Demikian pula menangis dan merengek dapat melegakan saluran pernafasannya dan membuka serta melancarkan saluran keringatnya. Dengan begitu, urat syarafnya menjadi kuat. Sering kali kita lihat manfaat dan maslahat menangis dan menjerit bagi anak kecil. Ternyata demikian agungnya hikmah menangis bagi anak kecil. Biasanya menangis itu penyebabnya adalah rasa sakit yang mengganggu, itu saja engkau tidak tahu hikmahnya dan barangkali tidak pernah terlintas dalam benakmu. Begitulah, rasa sakit yang diderita anak kecil, tangisannya, sebab-sebabnya dan hikmah kegunaannya ternyata masih samar atas kebanyakan manusia. Mereka belum dapat memastikan apa hikmah di balik itu, tiap-tiap orang mengemukakan pendapatnya masing-masing.
Sumber : Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq, alsofwah.or.id
via @Kisah teladan & Sejarah Islam
Semoga bermanfaaat dan menambah pengetahuan kita
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Nasehat dan Motivasi
RUMUS MATEMATIKA RUMUS KEHIDUPAN
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
- x - = +
KESIMPULAN:
Pelajaran matematika ternyata sarat makna, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.
Semoga bermanfaaat dan menginspirasi kita semua
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
- x - = +
KESIMPULAN:
Pelajaran matematika ternyata sarat makna, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.
Semoga bermanfaaat dan menginspirasi kita semua
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Nasehat dan Motivasi
SEDEKAH 10 RIBU DIBALAS 10 JUTA
Kisah ini dialami oleh teman baik ana saat bulan Ramadhan kemarin.
Sebuah kisah yang membuka mata hati ana,karena ana tahu prosesnya dari awal hingga balasan sedekah itu diterima.
Kini kisah ini saya bagikan pada saudara ana semua,semoga bermanfaat dan menambah semangat kita untuk selalu bersedekah walau dalam kesempitan atau dirundung masalah…..
Teman saya saat bulan Ramadhan kemarin baru satu bulan pindah dari pekerjaan lamanya.Dia memilih menjadi marketing properti di salah satu perusahaan pengembang perumahan. Hampir 2 bulan bekerja, teman saya belum bisa menjual satu pun rumah di perusahaan tersebut.Padahal tiap bulan dia mendapat gaji yang lumayan,hal inilah yang membuat dia tidak enak.
Ditengah keputusasaan tersebut,dia ingat akan kekuatan sedekah. Akhirnya dia berniat menyedekahkan hartanya untuk mengatasi permasalahan hidupnya.Dia menyedekahkan uang Rp.10.000,- untuk panti asuhan dengan harapan ALLAH mau melancarkan pekerjaannya.
Sungguh diluar dugaan,dalam kurun waktu 1 jam saja,ALLAH memberi kelancaran bagi pekerjaannya. Dia bisa menjual 4 rumah sekaligus hari itu.Dengan nilai komisi…. 10 juta..!! Silahkan dihitung berapa kali lipat ALLAH membalas sedekah dia.
Mengapa balasannya sangat besar? Karena uang 10 ribu waktu itu,sangat berarti bagi teman ana.kita tahu berapa uang yang dia miliki saat menyedekahkan 10 ribu tersebut? Uang yang dimiliki di dompetnya tidak lebih dari 20 ribu.Dia hanya menyisakan uang bensin untuk pulang ke rumah.
Ini sangat berhubungan dengan artikel sedekah ekstrem yang pernah ana tulis.Saat kita punya keyakinan tinggi akan kekuatan sedekah,ALLAH akan benar-benar membuktikannya pada kita.Saat kita yakin ALLAH akan menolong lewat sedekah kita,ALLAH akan bener-benar menolong “SAAT ITU JUGA” seperti yang dialami teman ana...semoga bermanfa'at apa yg kami sampaikan..
Kisah ini dialami oleh teman baik ana saat bulan Ramadhan kemarin.
Sebuah kisah yang membuka mata hati ana,karena ana tahu prosesnya dari awal hingga balasan sedekah itu diterima.
Kini kisah ini saya bagikan pada saudara ana semua,semoga bermanfaat dan menambah semangat kita untuk selalu bersedekah walau dalam kesempitan atau dirundung masalah…..
Teman saya saat bulan Ramadhan kemarin baru satu bulan pindah dari pekerjaan lamanya.Dia memilih menjadi marketing properti di salah satu perusahaan pengembang perumahan. Hampir 2 bulan bekerja, teman saya belum bisa menjual satu pun rumah di perusahaan tersebut.Padahal tiap bulan dia mendapat gaji yang lumayan,hal inilah yang membuat dia tidak enak.
Ditengah keputusasaan tersebut,dia ingat akan kekuatan sedekah. Akhirnya dia berniat menyedekahkan hartanya untuk mengatasi permasalahan hidupnya.Dia menyedekahkan uang Rp.10.000,- untuk panti asuhan dengan harapan ALLAH mau melancarkan pekerjaannya.
Sungguh diluar dugaan,dalam kurun waktu 1 jam saja,ALLAH memberi kelancaran bagi pekerjaannya. Dia bisa menjual 4 rumah sekaligus hari itu.Dengan nilai komisi…. 10 juta..!! Silahkan dihitung berapa kali lipat ALLAH membalas sedekah dia.
Mengapa balasannya sangat besar? Karena uang 10 ribu waktu itu,sangat berarti bagi teman ana.kita tahu berapa uang yang dia miliki saat menyedekahkan 10 ribu tersebut? Uang yang dimiliki di dompetnya tidak lebih dari 20 ribu.Dia hanya menyisakan uang bensin untuk pulang ke rumah.
Ini sangat berhubungan dengan artikel sedekah ekstrem yang pernah ana tulis.Saat kita punya keyakinan tinggi akan kekuatan sedekah,ALLAH akan benar-benar membuktikannya pada kita.Saat kita yakin ALLAH akan menolong lewat sedekah kita,ALLAH akan bener-benar menolong “SAAT ITU JUGA” seperti yang dialami teman ana...semoga bermanfa'at apa yg kami sampaikan..
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Nasehat dan Motivasi
- "Engkau yang sedang marah, … sudahlah …
Janganlah kau teruskan memarahinya,
yang sesungguhnya sudah tahu bahwa dia salah.
Bukankah penyesalannya sudah cukup menyiksanya?
Apakah engkau menjadi lebih mulia
dengan membuatnya merasa semakin rendah
dan terluka dalam penyesalannya?
Apakah dunia ini menjadi lebih baik
denganmu yang marah tanpa arah,
dan dia yang meminta maaf kepadamu
yang tanpa rasa kasihan?
Sudahlah …
Lembutkanlah hatimu, dan lihatlah dia dengan kasih sayang.
Ingatlah,
suatu ketika nanti engkau akan juga berada
dalam keadaan yang sama.
Dan engkau akan tahu rasa dari penyesalan
dan permintaan maaf yang ditepis seperti lalat yang kotor.
Sudahlah …
Berkasih sayanglah. Damaikanlah hatimu dengan memaafkannya.
Berhentilah marah.
Memaafkan menjadikan jiwamu berpendar indah.
Memaafkan menjadikanmu sesuai bagi keindahan hidup yang kau rindukan.
Tersenyumlah, dan bernafaslah dalam selapang-lapangnya dada.
Mario Teguh - Loving you all as always
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Nasehat dan Motivasi
Belajar Dari Bapak Tua Yang Bijak
Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti o
rang yang tidak berbahagia.
Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.
“Pahit.., pahit sekali rasanya…”, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.
Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didalam hutan didekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?”, Tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.”
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu kembali memberi nasehat, “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung sgalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, ‘sang orang bijak’, kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa…
Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti o
rang yang tidak berbahagia.
Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.
“Pahit.., pahit sekali rasanya…”, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.
Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didalam hutan didekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?”, Tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.”
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu kembali memberi nasehat, “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung sgalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, ‘sang orang bijak’, kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa…
Label:renungan, hati, kisah, motivasi, nasehat
Cerita Penuh Hikmah
Langganan:
Postingan (Atom)