Senin, 04 Maret 2013

Mengapa Anak Suka Menangis? Apa Hikmah Yang Tersembunyi Dibalik Itu?


Sekarang coba lihat hikmah mengapa anak-anak suka menangis? Manfaat apa yang tersembunyi di balik itu? Para ahli medis dan ahli anatomi tubuh telah menyingkap kegunaan dan hikmah mengapa anak-anak suka menangis. Mereka berkata : Pada otak anak kecil terdapat cairan yang apabila terus mendekam dalam otak mereka, akan menyebabkan kerusakan dan akibat yang buruk. Menangis dapat menyedot cairan dari otak mereka. Dengan begitu, otak mereka akan kuat dan sehat.

Demikian pula menangis dan merengek dapat melegakan saluran pernafasannya dan membuka serta melancarkan saluran keringatnya. Dengan begitu, urat syarafnya menjadi kuat. Sering kali kita lihat manfaat dan maslahat menangis dan menjerit bagi anak kecil. Ternyata demikian agungnya hikmah menangis bagi anak kecil. Biasanya menangis itu penyebabnya adalah rasa sakit yang mengganggu, itu saja engkau tidak tahu hikmahnya dan barangkali tidak pernah terlintas dalam benakmu. Begitulah, rasa sakit yang diderita anak kecil, tangisannya, sebab-sebabnya dan hikmah kegunaannya ternyata masih samar atas kebanyakan manusia. Mereka belum dapat memastikan apa hikmah di balik itu, tiap-tiap orang mengemukakan pendapatnya masing-masing.

Sumber : Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq, alsofwah.or.id

via @Kisah teladan & Sejarah Islam

Semoga bermanfaaat dan menambah pengetahuan kita 

RUMUS MATEMATIKA RUMUS KEHIDUPAN


1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
- x - = +

KESIMPULAN:
Pelajaran matematika ternyata sarat makna, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

Semoga bermanfaaat dan menginspirasi kita semua

SEDEKAH 10 RIBU DIBALAS 10 JUTA



Kisah ini dialami oleh teman baik ana saat bulan Ramadhan kemarin.

Sebuah kisah yang membuka mata hati ana,karena ana tahu prosesnya dari awal hingga balasan sedekah itu diterima.

Kini kisah ini saya bagikan pada saudara ana semua,semoga bermanfaat dan menambah semangat kita untuk selalu bersedekah walau dalam kesempitan atau dirundung masalah…..

Teman saya saat bulan Ramadhan kemarin baru satu bulan pindah dari pekerjaan lamanya.Dia memilih menjadi marketing properti di salah satu perusahaan pengembang perumahan. Hampir 2 bulan bekerja, teman saya belum bisa menjual satu pun rumah di perusahaan tersebut.Padahal tiap bulan dia mendapat gaji yang lumayan,hal inilah yang membuat dia tidak enak.

Ditengah keputusasaan tersebut,dia ingat akan kekuatan sedekah. Akhirnya dia berniat menyedekahkan hartanya untuk mengatasi permasalahan hidupnya.Dia menyedekahkan uang Rp.10.000,- untuk panti asuhan dengan harapan ALLAH mau melancarkan pekerjaannya.

Sungguh diluar dugaan,dalam kurun waktu 1 jam saja,ALLAH memberi kelancaran bagi pekerjaannya. Dia bisa menjual 4 rumah sekaligus hari itu.Dengan nilai komisi…. 10 juta..!! Silahkan dihitung berapa kali lipat ALLAH membalas sedekah dia.

Mengapa balasannya sangat besar? Karena uang 10 ribu waktu itu,sangat berarti bagi teman ana.kita tahu berapa uang yang dia miliki saat menyedekahkan 10 ribu tersebut? Uang yang dimiliki di dompetnya tidak lebih dari 20 ribu.Dia hanya menyisakan uang bensin untuk pulang ke rumah.

Ini sangat berhubungan dengan artikel sedekah ekstrem yang pernah ana tulis.Saat kita punya keyakinan tinggi akan kekuatan sedekah,ALLAH akan benar-benar membuktikannya pada kita.Saat kita yakin ALLAH akan menolong lewat sedekah kita,ALLAH akan bener-benar menolong “SAAT ITU JUGA” seperti yang dialami teman ana...semoga bermanfa'at apa yg kami sampaikan..


  • Engkau yang sedang marah, … sudahlah …

    Janganlah kau teruskan memarahinya,
    yang sesungguhnya sudah tahu bahwa dia salah.

    Bukankah penyesalannya sudah cukup menyiksanya?

    Apakah engkau menjadi lebih mulia
    dengan membuatnya merasa semakin rendah
    dan terluka dalam penyesalannya?

    Apakah dunia ini menjadi lebih baik
    denganmu yang marah tanpa arah,
    dan dia yang meminta maaf kepadamu
    yang tanpa rasa kasihan?

    Sudahlah …

    Lembutkanlah hatimu, dan lihatlah dia dengan kasih sayang.

    Ingatlah,
    suatu ketika nanti engkau akan juga berada
    dalam keadaan yang sama.
    Dan engkau akan tahu rasa dari penyesalan
    dan permintaan maaf yang ditepis seperti lalat yang kotor.

    Sudahlah …

    Berkasih sayanglah. Damaikanlah hatimu dengan memaafkannya.

    Berhentilah marah.

    Memaafkan menjadikan jiwamu berpendar indah.

    Memaafkan menjadikanmu sesuai bagi keindahan hidup yang kau rindukan.

    Tersenyumlah, dan bernafaslah dalam selapang-lapangnya dada.

    Mario Teguh - Loving you all as always
    "

Belajar Dari Bapak Tua Yang Bijak




Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti o
rang yang tidak berbahagia.

Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.

“Pahit.., pahit sekali rasanya…”, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.

Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didalam hutan didekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?”, Tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.”

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak Tua itu kembali memberi nasehat, “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung sgalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, ‘sang orang bijak’, kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa…

Jumat, 12 Oktober 2012

~~~Belajar Fiqih lewat cerita Imam Syafi'i ~~~

Di masa pemerintahan Harun Ar-rasyid, ada sekelompok orang yang iri dengan kecerdasan Imam Syafi’i. Mereka ingin mempermalukan sang Imam di depan Harun Ar-rasyid. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan pada Imam Syafii.

Pertanyaan :
“ Ada dua orang muslim berakal yang minum khamar. Salah satunya diganjar hukum Hadd (dicambuk 80 kali ). Tapi yang satunya tidak diapa-apakan. Mengapa bisa demikian ?” Tanya salah seorang di antara mereka pada Imam Syafii.

Jawaban :
“Salah seorang diantara mereka berdua itu sudah baligh sehingga ia harus dihukum hadd. Sedangkan satunya belum baligh, sehingga ia tak diapa-apakan,” jawab Imam Syafii mantap.

Pertanyaan :
Mereka segera mengajukan pertanyaan lagi, “Ada 5 orang menzinahi seorang wanita. Orang pertama divonis bunuh. Orang kedua dirajam. Orang ketiga dihukum hadd. Orang keempat dikenai setengah hokum hadd. Sedangkan orang kelima dibebaskan. Kenapa bisa demikian ?”

Jawaban :
“Orang pertama menghalalkan zina sehingga ia harus divonis murtad dan wajib dibunuh. Orang kedua muhshan (sudah menikah) sehingga ia harus dirajam. Orang ketiga ghairu muhshan (belum menikah) sehingga ia harus dihukum hadd. Orang keempat seorang budak yang harus dihukum setengah hokum hadd. Sedangkan orang kelima gila sehingga ia tak mendapat hukuman apapun,” papar Imam Syafii.

Pertanyaan :
“Seorang laki-laki mengambil sebuah wadah air untuk minum. Namun ia hanya bisa meminum separuhnya yang halal sedangkan sisanya haram. Bagaimana ini bisa terjadi ?” Tanya mereka lagi.

Jawaban :
“Laki-laki itu telah meminum separuh air di wadah. Ketika mau meminum separuhnya lagi, ia mengalami mimisan sehingga darah menetes ke wadah itu bercampur dengan air. Sehingga, sisa air itu haram baginya,” jawab Imam Syafii.
Jawaban Imam Syafii itu membuat sang khalifah tersenyum seraya berkata,” Semoga Allah memperbanyak pada keluarga besarku orang sepertimu.”

Biografi Imam Syafi’I .. 

Nama : Abu ʿAbdullah Muhammad bin Idris al-Shafi'i atau Muhammad bin Idris asy-Syafi'i
Lahir : Gaza, Palestina 150 H
Yatim sejak umur 2 tahun,
Hafal Alquran umur 7 tahun.
Hafal Almuwattha' (hukum-hukum islam) umur 10 tahun,
Hafal sastra arab sekitar 10 tahun
dikenal memiliki cara bicara yang santun dan indah.
Dalam pandangan sunni Imam Syafi'i adalah termasuk keluarga nabi (Ahlul Bait). 
Karena Kakeknya Nabi Muhammad adalah Saudara dari Kakeknya Imam Syafi'i.

Nabi saw bersabda:

“Hanyalah kami (yakni Bani Hasyim) dengan mereka (yakni Bani Mutthalib) berasal dari satu nasab. Sambil beliau menyilang-nyilangkan jari jemari kedua tangan beliau.” (HR. Abu Nu’aim Al-Asfahani dalam Hilyah nya juz 9 hal. 65 - 66).

Dan Imam Syafi'i merupakan seorang yang hidup dalam kemiskinan semenjak lahir, bahkan karena tidak memiliki biaya untuk sekolah dan kertas beliau pada masa kecilnya mengumpulkan tulang, daun-daun dan pelepah kurma untuk mencatat ilmu dari orang yang berbicara. hingga akhirnya kamarnya sesak dengan catatan-catatan, beliau memutuskan untuk menghafal dan subhanallah itu dihafal semua, beliau berujar "ilmu itu bukan di kertas melainkan letaknya di hati".

Barakallahufiikum.

STORY -- The Patient Old Man


====================

When passing through a mountain pass, a bedouin (villager) once came across an old man who was blind and who seemed to be afflicted with various ailments all over his body. It was clear that he was wasting away. He was even paralyzed and was constantly forced to remain in a seated position. The Bedouin could clearly hear him say, "All praise is for Allah, Who has kept me safe from ailments with which He has tested many among His creation; and He has indeed preferred me over many among those that He created."

"My brother!" exclaimed the bedouin. "What have you been saved from? By Allah, I think that you have been afflicted with every single kind of ailment!"

"Go away from me," said the old man, as he raised his head. "Do I not still have a tongue with which I can pronounce His Oneness, and with which I can remember Him every single moment? And do I not still have a heart with which I can know Him?"

These words of the old man were enough for the bedouin to repent to Allah for his sins and ask Him for forgiveness.

Remember, there is always someone else who is in more problem than you.

Posted by: Aamer Muhammad Ishaq
"

Hal-hal yang diprbolehkan Bagi Orang yang Berpuasa

a. Bersiwak
Rasulullah n bersabda:
لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Jika aku tidak memberatkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat.” (Muttafaq ‘alaih)
b. Masuknya waktu fajar dalam keadaan junub
Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah dan Ummu Salamah c bahwa Nabi n mendapati waktu fajar dalam keadaan junub setelah (bersetubuh dengan) istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa. (Muttafaq ‘alaihi)
c. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung asal tidak berlebihan
Laqith bin Shabirah z meriwayatkan bahwa Rasulullah n bersabda:
وَبَالِغْ فِي الْاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا
“Dan bersungguh-sungguhlah kalian dalam ber-istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung ketika berwudhu) kecuali bila kalian berpuasa.” (HR. Abu Dawud, 1/132, dan at-Tirmidzi, 3/788, an-Nasa’i, 1/66, dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)
d. bersama istri selain bersetubuh
Sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Aisyah x, “Adalah Rasulullah n mencium (istrinya) dan beliau berpuasa, menggaulinya (bukan jima’) dan beliau berpuasa.” (Muttafaqun ‘alaihi) dalam artian dapat menjaga nafsu dan gejolak syahwat Cuma dalm bentuk kasih sayang,.
e. Mencicipi makanan dan menciumnya asal tidak memasukkan ke dalam kerongkongan
Ibnu ‘Abbas z berkata, “Tidak mengapa seseorang mencicipi cuka atau sesuatu (yang lain) selama tidak masuk kerongkongannya dalam keadaan dia berpuasa.” (Diriwayatkan al-Bukhari secara mu’allaq dan disambung sanadnya oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Baihaqi)
f. Mandi di siang hari
Sebagaimana yang terdapat pada kisah junub Nabi n yang telah lalu.
Perbuatan yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan
a. Memperbanyak shadaqah
b. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an, zikir, doa, dan shalat
Ibnu ‘Abbas z meriwayatkan:
كَانَ رَسُولُ اللهِ n أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
“Adalah Rasulullah n orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya lalu membacakan kepadanya Al-Qur’an.” (HR. al-Bukhari)
c. Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa
Rasulullah n bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala (yang berpuasa) dalam keadaan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Ahmad, 4/114, at-Tirmidzi, 3/807, Ibnu Majah, 1/1746, ad-Darimi no. 1702, dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam Shahih at-Tirmidzi). Wallahul muwaffiq.
Syukron telah berlangganan

SILAHKAN DI SUKAI / DI BAGIKAN KE BERANDA / DI TANDAI DI SALAH SATU FOTO DI ALBUM JIKA YANG DI TANDAI DAPAT TERMOTIVASI TUK BAIK,. INSYAALAH AKAN DI CATATKAN SEBAGAI SUATU AMAL BAIK, AAMIIN,.

(¯`'•.¸(¯`'•.¸*♥♥♥♥*¸.•'´¯)¸.•' ´¯)
♥(¯`'•.¸(¯`'•.¸*♥♥*¸.•'´¯ )¸.•' ´¯)♥
♥♥(¯`'•.¸(¯`'•.¸**¸.•'´¯) ¸.•'´ ¯)♥♥
.•*´¨`*••• by-boy’s•••♥*´¨`*•.
(_¸.•'´(_¸.•'´*♥♥♥♥*`'•.¸_)`'• .¸_)
♥(_¸.•'´(_¸.•'´*♥♥*`'•.¸_ )`'•. ¸_)♥
♥♥(_¸.•'´(_¸.•'´**`'•.¸_) `'•.¸ _)♥♥
´´´¶¶¶¶¶¶´´´´´´¶¶¶¶¶¶´´´
´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶¶¶´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶¶¶´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´¶¶¶¶¶ ´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶ ´¶¶¶¶¶´´´
´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´
´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´´´´´¶¶¶¶´´´
´´´´´´´´´´´´¶¶
(´'`v´'`)
`•.¸.•´♥ Semoga Bermanfaat ...Aamiin Ya Robbal
'alamiin ♥
♥*~♥.•*`¨´*•.*♥*.•*`¨´*♥*(¨*•.¸´•.¸ ﷲ
*♥*.•*`¨´*•.♥~*♥
´•.¸) ♥.````•.¸) SALAM UHIBBUKUM FLILAH
♥.````
.•*´¨`*•.(`'•.¸(`'•.,* ♥ ¤ ♥ *¸.•'´)¸.•'´).•*´¨`*•.

♥Jagalah Kehormatan Saudara Kita♥

♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥


♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..Sebuah perumpamaan “ tiada gading yang tak retak”. Hal ini bermakna sebaik- baiknya orang tak ada yang sempurna . Di balik kebaikan yang melekat pada dirinya pasti ada kekurangan atau kesalahan entah disadari ataupun tidak. Terkadang kekurangan atau kesalahan tersebut ingin disembunyikan dan tak ingin diketahui oleh orang lain. Maka kita sebagai sesama muslim yang memiliki etika yang baik janganlah mengungkit apalagi membeberkan kesalahannya itu kepada orang lain. Kalau ini kita lakukan sama halnya dengan memicu permusuhan dengan dirinya.

Saudaraku...perbuatan apapun yang bersifat merendahkan atau menghina kehormatan saudara kita janganlah dilakukan karena masalah tidak akan selesai dengan cara demikian. Jika kita melihat kesalahan saudara kita tutupilah dan nasehatilah dengan cara yang baik , jangan dilakukan di depan umum apalagi mencemarkan nama baiknya . Soal dia berubah atau tidak bukan urusan kita karena kewajiban kita hanyalah saling mengingatkan. Jika kita mampu menjaga martabat dan kehormatan saudara kita dengan menutupi kesalahannya maka kita akan mendapat pahala berupa surga . Mari kita renungkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini :

“ Jika seorang mukmin mengetahui suatu aib saudara muslim lainnya dan dia menutupinya , Allah akan memasukkannya ke surga.” ( HR. Thabrani ).

“ Wahai kalian yang mengaku Islam dengan lidah mereka tetapi iman belum masuk ke dalam hati mereka ! Janganlah mengganggu saudara muslim , jangan mencemarkan mereka, jangan pula membuka aib mereka karena orang yang membuka aib saudara muslimnya, Allah akan membuka aibnya dan jika Allah membuka aibnya maka dia akan malu meskipun di rumahnya sendiri. “ ( HR. Abu Daud).

Saudaraku.. Islam yang mulia ini mengajarkan umatnya dengan penuh santun termasuk perintah untuk menjaga kehormatan saudara kita. Oleh karena itu sebagai muslim yang baik dalam menyikapi kekurangan orang lain adalah saling mengingatkan dengan bijak dan cara yang terindah adalah belajar bersama untuk memulai lembaran baru yang lebih baik dan bersemangat mengisi lembaran tersebut dengan kebaikan.

Silahkan di tag/share,semua untuk umat dan syiar Islam.Silahkan dibantu sahabat yang lain.~Salam santun erat silaturrahim dan ukhuwah fillah~

STORY -- A Brother Like That

===================

Shuaib received an automobile from his brother as an Eid present. On Eid day when Shuaib came out of his house, a street urchin was walking around the shiny new car, admiring it. "Is this your car, Uncle?" he asked. Shuaib nodded. "My brother gave it to me for Eid." The boy was astounded.

"You mean your brother gave it to you and it didn't cost you nothing? Boy, I wish..." He hesitated. Of course Shuaib knew what he was going to wish for. He was going to wish he had a brother like that. But what the lad said jarred Shuaib all the way down to his heels. "I wish," the boy went on, "that I could be a brother like that." Shuaib looked at the boy in astonishment, then impulsively he added, "Would you like to take a ride in my automobile?" "Oh yes, I'd love that."

After a short ride, the boy turned and with his eyes aglow, said, "Uncle, would you mind driving in front of my house?" Shuaib smiled a little. He thought he knew what the lad wanted. He wanted to show his neighbors that he could ride home in a big automobile. But Shuaib was wrong again. "Will you stop where those two steps are?" the boy asked. He ran up the steps. Then in a little while Shuaib heard him coming back, but he was not coming fast. He was carrying his little crippled brother. He sat him down on the bottom step, then sort of squeezed up against him and pointed to the car.

"There it is, little brother, just like I told you upstairs. His brother gave it to him for Eid and it didn't cost him a penny. And some day I'm gonna give you one just like it...then you can see for yourself all the pretty things in the Shop windows that I've been trying to tell you about."

Shuaib got out and lifted the boy to the front seat of his car. The shining-eyed older brother climbed in beside him and the three of them began a memorable ride. That Eid, Shuaib learned what the RasulAllah (salAllahu alayhi wasalam) meant when he had said: "love for your brother what you love for yourself".

Posted by: Aamer Muhammad Ishaq